Tulisan ini saya posting disini tepat hari ulang tahun ke 61 saya, 18 Desember 2025
Seperti yang saya bilang, saya sudah memaafkan, tapi saya tidak melupakan
Hari ini karir Mulaman Hadad meroket lagi jadi pengawas Danantara, sementara Syakir Sula semakin menguap. Kedua orang ini yang menyebabkan saya tidak bisa promosi dari golongan 5 ke golongan 6 di OJK gara-gara saya dianggap biang keladi gagalnya Syakir Sula masuk BPH DSN, padahal sudah direkomen Muliaman Hadad ke KH Maruf Amin, ketua DSN saat itu (2015). Semua teman di DSN tahu bahwa saya hanya juru bicara teman-teman yang tidak setuju Syakir Sula masuk jadi anggota BPH-DSN karena sepak terjangnya yang tidak terpuji ( mencuri modul fiqih muamalah di LPPI, membuat statement mewakili DSN, mencuri tulisan orang lain untuk buku yang diterbitkannya, terlibat dalam mismanajemen perusahaan Yusuf Mansur dll).
Dengan Syakir Sula, saya sering bertemu pada forum Pleno DSN maupun Ijtima Sanawi. Tapi saya tetap istiqamah, dia saya anggap tidak ada. Demikian juga orang-orang BPH yang mengusulkan pemakzulan saya dari BPH DSN melalui Anwar Basori pada 2017, yaitu Adiwarman Karim dan Jaih Mubarok.
Dengan lulusnya saya pada sertifikasi manajemen risiko level 4, 5 dan 6 dalam jangka 2 bulan ada nuansa yang tercipta bahwa para anggota DSN tidak punya kompetensi apa-apa di depan OJK, kecuali yang sudah lulus BSMR.
Wallahu A'lam
Thursday, December 18, 2025
Subscribe to:
Posts (Atom)
Tragedi Ramadhan 2015: Ramadhan Berduka - edited Agustus 2018
Tulisan ini saya posting disini tepat hari ulang tahun ke 61 saya, 18 Desember 2025 Seperti yang saya bilang, saya sudah memaafkan, tapi say...
-
A short message came into my mobile phone stating: "Rendered in peace to Illahi Rabbi, Prof. Anton Timur Djaelani, today, Sunday 15th...
-
From a coast village full with sands and wind Becomes supercity with its ambitious dreams Moon and the skycrapers
-
Today an invitation comes to my desk. It is from National Sharia Board (in which I am one of its Executive Committee, also its founding mem...